C I N T A


Kasih sayang manusia yang paling dan paling kuat adalah cinta. Cinta yang paling indah, suci, dan yang paling mendalam adalah cinta yang tidak bisa dihentikan kecuali jika napas berhenti. Cinta yang tak bisa dipadamkan kecuali jika nyala api kehidupan padam… cinta yang demikian adalah cinta ibu kepada anaknya. Kasih sayang yang demikian adalah kasih sayang sang ibu.
Pertama, saya yakin bahwa seorang ibu adalah orang yang paling peduli pada keadaan anak-anaknya. Setiap orang adalah ‘penjaga’ yang terkadang bisa malas, lalai, kecuali ibu yang perhatiannya terhadap anaknya terus berlanjut selama napas masih dikandung badan.


Kedua, rasa tanggung jawab pada diri seorang ibu adalah perasaan yang akar pangkalnya begitu dalam dan tidak memiliki rasa pamrih. Dia tidak pernah berpikir apalagi menuntut, akan hak-haknya sebagai imbalan atas tanggung jawabnya. Tetapi dia melakukan itu dengan penuh keikhlasan dan kebahagiaan, karena perasaanya memancar dari jiwa suci yang baka. Berbeda dengan perasaan orang lain, yang menganggap tanggung jawab itu sebagai kewajiban yang dipaksakan, yang bertentangan dengan keinginannya. Atau bisa dikatakan, tanggung jawab itu di benak kebanyakan orang serupa dengan perintah-perintah kemiliteran.
Ketiga, berkaitan dengan rasa hormat, seorang ibu mampu memahami hakikat manusia dan mengatahui arti penting keberadaan anak-anaknya, sehingga dia mencurahkan segenap waktunya untuk perkembangan, pertumbuhan, dan kematangan mereka. Dan saya sama sekali tidak pernah melihat perhatian seorang kepada orang lain yang sepadan dengan perhatian sang ibu kepada anak-anaknya. Dan sang ibu tidak hanya mencurahkan waktu kepada anaknya untuk pertumbuhan dan kematangan anak-anaknya. Jika rasa hormat dalam hubungan-hubungan kemanusiaan pada umumnya bisa pasang surut, rasa hormat sang ibu kepada anak-anaknya semakin bertambah seiring bertambahnya hari. Karena itu dia bisa merasakan keberadaan anaknya dimanapun berada. Dan seorang ibu mampu lemihaynya dari celah-celah tertentu melalui kesucian dan ketulusan, yang memang menjadi sifat fitrahnya.
Adapun dari kesediaan untuk memahami, saya berpendapat bahwa ibulah sosok yang paling memahami hal-ihwal anaknya. Seorang ibu lebih mengetahui anaknya aripada anaknya sendiri. Cinta seorang ibu terhadap anaknya adalah bagian dari kasih sayang yang disemaikan Tuhan ke dalam hati manusia. Dia pengasih dan penyayang. Tugas, kewajiban, dan kebijakan manusia yang dilaksanakan oleh pelbagai masyarakat tidak akan berjalan tanpa andil seorang ibu.

One thought on “C I N T A

  1. Ibu Cinta

    Cintanya adalah seperti
    sebuah pulau di laut hidup,
    besar dan luas
    Sebuah, tempat tinggal yang damai tenang
    Dari angin, hujan, air pasang.
    ‘Tis terikat di utara oleh Harapan,
    Dengan Kesabaran di Barat,
    Dengan Counsel tender Selatan
    Dan di Timur oleh Istirahat.
    Di atasnya seperti cahaya mercusuar
    Iman bersinar, dan Kebenaran, dan Doa;
    Dan thro ‘adegan perubahan kehidupan
    Saya menemukan sebuah tempat di sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s