THE REAL SEPHARO


            Sepharo adalah singkatan dari Sebelas Ipa Loro, dalam bahasa Indonesia Loro itu Dua. Sepharo merupakan sebuah kelas yang dihuni oleh 45 siswa. Kelas baru dengan karakter teman-teman yang beraneka ragam terasa asing sekali.

            Sabtu, 12 Juli 2008 hari pertama tahun ajaran 2008/2009. Dari kelas X ke XI semuanya diacak lagi. Pasti ada perasaan takut juga kala itu, karena memang sebagian besar teman-teman bukanlah yang kita kenal sebelumnya. Wow, sangat ramai kelas ini. Hal pertama yang dilakukan saat memasuki lingkungan baru adalah jangan lupa tersenyum kepada teman-teman yang memandang kita. Tak ada salahnya memberikan kesan pertama yang baik agar nantinya kita juga mudah diterima oleh keluarga baru kita tersebut.

            Satu bulan sudah kita lewati keseharian kita bersama. Keakraban satu dengan yang lain terasa sangat menyatu. Apakah rasa kekeluargaan ini yang membedakan Sepharo dengan dua kelas tetangga kita? Entahlah, kita tidak merasa ini dibuat-buat, kita menjalani bagaikan air mengalir.

            Sepharo bereanggotakan siswa siswi yang pintar, cerdas, cekatan, aktif, dan menyenangkan. Walaupun begitu kata ‘bandel’ tak jarang kita dengar dari sedikit guru yang mengajar. Maklum, remaja labil masih susah diatur. Hidup bersama keluarga besar Sepharo tak sedikit mengubah gaya hidup kita menjadi lebih baik tentunya. Banyak diantara kita sebelum kelas XI bukan tipe orang yang suka touring, jalan-jalan, kurang mengenal tempat-tempat asik di Solo, dll. Namun, disini Love changes everything. Setiap ada hari libur kita selalu membicarakan rencana liburan. Kita lebih sering bepergian menggunakan motor (karena memang belum ada yang punya mobil sendiri). Berkeliling ke seluruh penjuru kota. Kebersamaanlah yang membuat perjalanan menjadi tak biasa. Selalu ada hal baru yang kita dapatkan.

            Sepharo dibimbing oleh seorang ibu yang sangat menyayangi kita. Dra. Sutarti telah menjadikan kita sebagai sosok yang lebih dewasa & bijaksana. Kerja keras beliau menbimbing anak didiknya sangat patut kita teladani. Dalam keadaan sakit, beliau tetap tak kenal lelah memberikan materi kimia. Pribadi yang lembut, santun, dan penuh kasih saying membuat kita merasa sangat kehilangan ketika ajal menjemputnya. Pada tanggal 30 Agustus 2009 beliau kembali kepada Sang Pencipta. Inilah jalan terbaik setelah sekian lama mengidap beberapa penyakit dalam tubuhnya. Ibu kita tersayang, sosokmu yang begitu hangat saat berada di tengah-tengah kita akan terus kami kenang. Selamat jalan Ibu.. Sepharo always love you..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s