BERANI MENAGIH HUTANG!


Saking baiknya, kita jadi sering dihutangin atau dipinjami barang. Tapi sayangnya, begitu kita lagi butuh uang atau barang tersebut, kita jadi kebingungan sendiri. Teman yang kita pinjamin sepertinya malah nggak menunjukkan tanda-tanda bakal mengembalikan. Mau nagih tapi segan dan nggak enak juga. Bagaimana caranya supaya kita bisa mendapatkan kembali hak milik kita?

  • KUMPULKAN BUKTI-BUKTI

Sebelum kita mulai misi kita untuk menagih barang atau uang kita yang dipinjam, lebih baik kita siapkan dulu bukti-bukti yang bakal mendukung kita nantinya. Bukannya berprasangka buruk sama teman sendiri, rtapi andai saja teman kita lupa, nah bukti ini bisa menjadi pengingat yang oke. Kesaksian teman, struk pembelian, atau mengingat –ingat lagi detail-detail penting seperti tanggal dan jumlah uang atau barang yang dipinjam, bisa jadi cara kita untuk mengumpulkan bukti-bukti.

  • SIAPKAN KEBERANIAN

Menagih uang atau barang kita yang dipinjam memang nggak gampang. Soalnya kita sering dilanda perasaan segan dan ketakutan kalau orang yang ditagih bakal marah sama kita, hingga merusak hubungan kita sama orang itu. Tapi, sebenarnya itu hak kita untuk meminta kembali hak milik ita. Apalagi kalau kita sangat membutuhkan barang atau uang tersebut. Teman kita berkewajiban mengembalikannya. Jika kita memintanya secara baik-baik, teman kita pasti mau memakluminnya. Jadi, kumpulkan keberanian dan tekad kita, dan bebaskan kita dari semua rasa segan dan ketakutan!

  • LAKUKAN DENGAN HALUS

Sudah punya bukti dan keberanian yang cukup? Sekarang saatnya kita berusaha meminta hak kita kembali. Tentunya kita nggak mau ada orang yang sakit hati karena perkataan atau cara menagih kita yang terkesan kasar. Kita bisa mulai dengan cara yang halus dulu., misalnya dengan Tanya, “Eh, kamu masih pakai iPod-ku nggak? Kalau nggak, aku bawa pulang saja ya?” kata-kata halus ini kita harapkan bisa membuat dia sadar.

  • MARI BUNG, REBUT KEMBALI!

Kalau ternyata sindiran halus nggak berhasil, sepertinya kita harus berusaha lebih keras untuk mengambil hak milik kita. Kita harus menagihnya langsung dan bilang kalau kita mau barang dan uang kita dikembalikan. Kita bisa bilang, “Boleh nggak aku minta uang Rp 50.000 yang waktu itu kamu pinjam? Aku lagi butuh banget nih soalnya” berhasil atau nggaknya kita mendapatkan kembali  bukan hal yang utama, yang penting kita sudah berani menagih dan membebaskan diri kita dari rasa segan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s