Etika Pergaulan dan Pembatas Pergaulan Antara Lelaki dan Wanita Menurut Islam


1.Menundukkan pandangan: ALLAH memerintahkan kaum wanita untuk menundukkan pandangannya, sebagaimana firman- NYA;
”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”. (an- Nuur: 30)

 2.Menutup Aurat; ALLAH berfirman : “dan jangan lah mereka mennampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka melabuhkan kain tudung ke dadanya”. (an-Nuur: 31)

3.Adanya pembatas antara lelaki dengan wanita : Kalau ada sebuah keperluan terhadap kaum yang berbeda jenis, harus disampaikan dari balik tabir pembatas. Sebagaimana firman-NYA : “Dan apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (para wanita) maka mintalah dari balik hijab”. (al-Ahzaab: 53)

4.Tidak berdua-duaan Di Antara Lelaki Dan Perempuan : Dari Ibnu Abbas r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah seorang lelaki berdua-duaan (khalwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya”.

5.Tidak Melunakkan Ucapan (Percakapan): Seorang wanita dilarang melunakkan ucapannya ketika berbicara selain kepada suaminya. Firman ALLAH SWT :
Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (berkata-kata yang menggoda), sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit di dalam hatinya tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik”. (al-Ahzaab: 32)
6.Tidak Menyentuh Kaum Berlawanan Jenis : Dari Maqil bin Yasar r.a. berkata; “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik daripada menyentuh kaum wanita yang tidak halal baginnya”.

Fenomena pergaulan bebas dan pengabaian terhadap nilai-nilai murni Islam berlaku pada tahap yang amat membimbangkan. Kebanyakan umat Islam kini tidak lagi menitik beratkan nilai-nilai dan adab-adab sopan yang dianjurkan oleh Islam melalui al-Quran dan sunnah rasul-NYA. Mereka bukan setakat mengabaikannya dan menganggap perkara itu tidak penting, bahkan mereka menganggapkannya sebagai satu perkara yang menyusahkan aktivitas mereka yang menurutkan nafsu dan perasaan semata-mata itu.

Marilah kita sama-sama menjauhi perkara yang seumpama itu dan mejauhi hal-hal yang telah dilarang (haram). Tegakkanlah yang benar dan katakanlah salah kepada yang batil. Janganlah berhujah untuk membenarkan perkara yang telah terang haramnya di sisi Allah SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s