Pesona Obama di Indonesia


Akhirnya Barack Obama datang juga ke Indonesia. Kunjungan yang tak lebih dari 24 jam itu mampu membius masyarakat Indonesia dengan charisma dan pesonanya sebagai seorang Presiden AS. Dalam jamuan makan malamnya bersama Presiden SBY beserta jajarannya, pernyataan Obama sudah menggelitik masyarakat Indonesia dengan mengucapkan, “Thank you for the bakso, the nasi goreng, the emping, and the kerupuk. Semuanya enak.”

Gelak tawa, tepuk tangan, dan rasa kagum pun langsung terdengar. Belum habis kita dibuat terpesona oleh sosok Barack Obama & Michelle Obama, ketika beliau mengunjungi Masjid Istiqlal pada hari Rbu (10/11) kita bisa melihat betapa sopan dan menghargainya Obama-Michelle saat sebelum masuk ke dalam masjid, keduanya tanpa diminta sudah sadar bahwa harus melepas alas kaki.

Terlebih lagi dengan gaya berbusana First Lady Michelle Obama yan begitu paham bagaimana beliau harus berpakaian. Michelle mengenakan pakaian yang sopan dan tertutup serta memakai kerudung. Wonderful!

Setelah berkunjung ke Masjid Istiqlal, Obama bergerak menuju Balairung Universitas Indonesia tanpa didampingi Michelle. Kunjungan tersebut dalam rangka memberikan kuliah umum kepada 7000 undangan. Rasanya beliau tidak seperti memberikan kuliah umum karena pembawaannya yang berkharismatersebut. Antusiasme masyarakat Indonesia belum padam sampai disitu. Diawal pembukaannya, Obama mengucapkan beberapa kalimat dalam Bahasa Indonesia yang langsung disambut sorak sorai kegembiraan dan tepuk tangan sangat meriah.

“Assalamu’alaikum dan salam sejahtera. Thank you for this wonderful welcome. Pulang kampung nih.”

Kalimat “Pulang Kampung Nih” itulah yang kini terkenal menjadi judul pidato Obama. Pidato Pulang Kampung Nih

Saya sendiri selalu tersenyum bahagia dan bangga setiap kali melihat tayangan kunjungan Obama di Indonesia. Kemudian sebelum melanjutkan kuliah umumnya lebih jauh lagi, Obama mengatakan, Indonesia adalah bagian dari diri saya. It was amazing!! Kita yang mendengar merasa sangat bangga dan terhormat dengan apa yang disampaikannya. Kehadiran Obamamemang telah menyihir banyak masyarakat Indonesia saat itu.

Sebagai anak Menteng Dalam, beliau juga menceritakan kembali memori-memori masa lalu saat tinggal di Jakarta. Tidak menyangka, ingatannya masih tajam. Terbukti ketika beliau bercerita secara detail mengenai bentuk kita Jakarta yang sudah berubah, jika dahulu belum banyak gedung-gedung tinggi selain Sarinah, kini semakin banyak. Lagi-lagi Obama menggelitik kita dengan ucapannya yang menirukan penjual sate dan bakso, „Satee.. baksoo.. ! enak ya. Katanya diiringi senyum 10 sentinya.

Satu hal yang patut kita contoh, yaitu Obama ingat dan sangat menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika. Belum tentu para petinggi Negara kia ingat untuk mengucapkannya dalam pidato atau kampanye. Entah mengapa saya melihat bahwa masyarakat kita sangat enjoy ketika mendengarkan kuliah umu waktu itu. Cara pembawaan Obama yang tidak terlalu tegang nemun dari setiap yang disampaikannya banyak pelajaran yang bisa kita oetik.

Toleransi salah satunya. Beliau mengajarkan kepada kita untuk saling toleransi antar umat beragama. Tidak membeda-bedakan agama satu samalian. Harus saling membantu untuk menuju Indonesia yang lebih baik.

Jangan terlalu lama berdecak kagum dan terbuai dengan pujian dan harapan Obama kepada Indonesia. Saatnya kita bangkit dan membuktukan kepada dunia bahwa Indonesia kelak bisa menjadi Negara yang terbaik, seperrti yang dikatakan Obama. Kita lihat saja!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s